Mempercayai Blog Kedokteran
Tanpa harus mempercayai semua itu pun, suatu tulisan blog tentang kesehatan/kedokteran tetap bisa nyaman dibaca. Pembaca mampu merasakan bahwa sang penulis blog memang memiliki motivasi, dedikasi, komitmen dan semangat mengisi blognya. Lepas itu memang ditujukan untuk pembaca (sesuai era web-medicine 2.0) atau hanya sekedar curahan hati penulisnya.
Kepercayaan pembaca dapat saja dimulai saat membaca nama blog, mengetikkan alamat blog, menunggu tampilnya keseluruhan blog, melihat desain (atau disain[?]) suatu blog, identitas pengelolanya, hingga isi tulisan dan taut sumbernya. Paling tidak kesan pertama terhadap hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi pembaca untuk bertahan menelusuri isi blog lainnya.
Blog yang tidak diperbaharui dalam 6 bulan terakhir, terlalu banyak iklan, informasi dan alamat kontak pengelola yang terbatas dan taut (backlinks) yang kurang relevan dengan isi blog dapat memunculkan keraguan pembaca untuk mempercayai suatu blog.
Walaupun tidak harus selalu melalui 'penelitian' (mis. analisis pengunjung blog, trafik, kecocokan kata kunci), tulisan di blog biasanya sering dimulai dari pengalaman membaca dan kejadian sehari-hari. Menulis dengan hati dan alami sesuai minat akan lebih menjamin kelangsungan blog.
Jika telah memiliki pembaca/pengunjung tetap, banyak hal di atas tidak berlaku lagi..
atau ada kompensasi lainnya.. :) pokoknya sekali percaya, akan tetap dibaca. Baik juga jika blog kesehatan/kedokteran tersebut dikembangkan menjadi lebih profesional.
Jangan terlalu percaya dengan larangan menulis blog dokter.
Tetaplah menulis blog.. :)
Labels: blog tips, consumer health informatics, Internet
