Kesalahan Aksesibilitas saya
Checkpoints:
13.1 Clearly identify the target of each link. [Priority 2]
Link text should be meaningful enough to make sense when read out of context -- either on its own or as part of a sequence of links. Link text should also be terse.
For example, in HTML, write "Information about version 4.3" instead of "click here". In addition to clear link text, content developers may further clarify the target of a link with an informative link title (e.g., in HTML, the "title" attribute).
Techniques for checkpoint 13.1
- halaman tentang bla bla bla
- laman (homepage) weblog tertentu
- foto seseorang/peristiwa
- suatu podcast, dll
Hal ini akan akan lebih terasa bermanfaat saat dalam satu halaman terdapat lebih dari satu taut dengan nama taut yang serupa. Asumsinya, nama taut yang sama akan mengacu pada target yang sama pula secara konsisten. Jika target tautnya berbeda, maka bedakan pula dengan memberi keterangan pada "title" masing-masing.
Contoh (dari sumber aslinya dengan sedikit modifikasi):
Secara teknis, hal ini amat membantu bagi pengguna dengan ketidakmampuan tertentu (people with disabilities), penjelajah/peselancar berbasis teks (mis. lynx, links; kepepet pulsa..), pengguna yang memilih tidak menampilkan gambar/animasi dan memperdengarkan suara (terutama yang bersifat konfrontatif bagi penderita epilepsi)..dan terutama bagi fakir benwit (saat pulsa atau kuota ngenet terbatas, koneksi lambat, komputer jadul) seperti saya.. :)
<a href="my-doc.html">My document is available in HTML</a>,<a href="my-doc.pdf" title="My document in PDF">PDF</a>,<a href="my-doc.txt" title="My document in text">plain text</a>
Agar lebih rapi, taut yang berurutan sebaiknya disusun dalam bentuk daftar (list). Untuk taut yang tersusun sejajar, akan lebih baik jika disertai karakter (bukan ruang kosong saja/whitespace) tertentu seperti tanda baca koma, titik,
|, [, ], -, dsbnya. :DBacaan:
Labels: accessibility, blog design, web standard
